| DATA
PERUSAHAAN
VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN PERUSAHAAN
STRUKTUR ORGANISASI
SEJARAH SINGKAT PERUSAHAAN
PELUANG DAN KEUNGGULAN
DATA
PERUSAHAAN
[ TOP ]
| NAMA |
: |
PT PLN (Persero) Wilayah Lampung |
| DITETAPKAN |
: |
25 Juni 2002 sesuai SK Direktur
Utama PLN No.085.K/010/DIR/2002 |
| KANTOR INDUK |
: |
Jl. Z.A Pagar Alam No.5 Bandar
Lampung |
| BISNIS UTAMA |
: |
- Penjualan Tenaga Listrik
- Pengoperasian, pemeliharaan & pengembang Jaringan
Tenaga Listrik Sistem Tegangan Menengah (20 KV) dan
Jaringan Tegangan Rendah (220 V)
|
| TOTAL ASSET |
: |
1.507.666.397.793,- (Status Desember
2008) |
| SDM |
: |
484 Orang (Status Desember 2008) |
| JUMLAH PELANGGAN |
: |
904.878 (Status Desember
2008) |
VISI,
MISI, TUJUAN DAN SASARAN PERUSAHAAN [ TOP ]
Visi PT PLN (PERSERO) Wilayah Lampung
Diakui sebagai perusahaan tenaga listrik
kelas dunia yang unggul dan terpercaya di Propinsi Lampung.
Misi PT PLN (PERSERO) Wilayah Lampung
Misi perusahaan yang akan dijadikan
dasar kebijakan bagi Manajemen Wilayah Lampung adalah:
- Menjalankan bisnis kelistrikan yang berorientasi pada
kepuasan stakeholders.
- Menjadikan tenaga listrik sebagai tolok ukur dan penunjang
pertumbuhan ekonomi daerah.
- Meningkatkan minat industri dan investor.
- Meraih keuntungan berdasarkan prinsip pengelolaan perusahaan yang sehat.
- Mengembangkan usaha ketenagalistrikan yang berwawasan lingkungan.
Tujuan PT PLN (PERSERO) Wilayah Lampung
Tujuan terbentuknya PT PLN (Persero) Wilayah Lampung adalah
untuk menerapkan bisnis proses yang lebih tepat guna, tidak
menambah birokrasi, bersifat analitis, membuat rencana bisnis
dan operasi, memfasilitasi unit operasional di bawahnya
dan melaksanakan sistem monitoring serta melakukan kegiatan
perbendaharaan, fungsi organisasi dan SDM.
Sasaran PT PLN (PERSERO) Wilayah Lampung
Sedangkan sasaran PT. PLN (Persero) Wilayah adalah untuk :
- Peningkatan Pelayanan kepada Pelanggan lebih FOKUS.
- Mutu dan Keandalan penyaluran lebih baik.
- Pengembangan usaha lebih mudah, cepat & terkontrol.
- Agar lebih MANDIRI.
- Dapat Mengimbangi OTODA.
- Menerapkan GCG (Good Corporate Governance).
- Meningkatkan pendapatan & meminimize biaya operasional.
- Kompentensi pegawai dapat lebih termonitor & terarah.
- Menjadi Profit center dengan peningkatan pendapatan dan
meminimalkan biaya
STRUKTUR
ORGANISASI [
TOP ]

PROFIL
PT PLN (PERSERO)WILAYAH LAMPUNG[
TOP ]
Sebelum terbentuknya PT PLN (Persero) Wilayah lampung, kelistrikan
profinsi ini ditangani PT PLN (Persero) Cabang Tanjung Karang
dibawah koordinasi PT PLN (Persero) Sumatera Selatan, Jambi,
Bengkulu (S2JB). Sejalan dengan kebijakan managemen PLN, 28
Mei 2001 diterbitkan surat keputusan direksi PLN tentang organisasi
PT PLN (Persero) Unit bisnis SumSel, Bengkulu, Bangka Belitung,
Jambi, Lampung (SB2JL) yang tercantum rencana pembentukan
organisasi wilayah usaha Babel - Lampung.
Selanjutnya 1 Juni 2001 ditunjuk manager wilayah usaha Lampung
yang secara umumbertugas mengelola dan bertanggungjawab atas
penyelenggaraan pengusahaan kelistrikan profinsi Lampung.
Sebagai tindak lanjut dari SK yang telah dikeluartkan direksi
PT PLN (Persero) Unit Bisnis SB2JL membentuk tim pemisahan
wilayah kerja tanggal 23 November 2001 dan secara bertahap
proses migrasi SDM sesuai dengan arahan dari Tim asistensi
PLN Pusat telah dilaksanakan.
Secara umum kronologis dibentuknya unit bisnis Lampung adalah
mengantisipasi dan mengimbangi otonomi daerah serta mengusahaan
bisnis kelistrikan agar lebih efisien. Untuk mempercepat proses
pembentukan unit bisnis ini 3 Januari 2002 telah dilaksanakan
penandatanganan pelimpahan wewenang dan aset dari GM PT PLN
(Persero) UB SB2JL kepada manager wilayah usaha Lampung di
jalan gatot Subroto No 30 Bandar Lampung.
PT PLN (Persero) Wilayah lampung terus berbenah. Antara lain
dengan pengembangan organisasi melalui pemekaran unit-unit
baru. PLN cabang Tanjung Karang yang dahulunya mencakup area
seluruh propinsi Lampung kini dimekarkan menjadi 3 cabang.
Serlain cabang Tanjung Karang lagi ditambah dua lagi yaitu
cabang Metro dan Cabang Kota Bumi melalui SK Direksi tanggal
15 Oktober 2003. Beberapa ranting juga dibentuk untuk lebih
mendekatkan diri pada pelanggan dan meningkatkan pelayanan.
PT PLN (Persero) Wilayah Lampung sendiri dengan area pelayanan
seluas 2.963.313 Km2 dan jumlah penduduk sebesar 6.741.439
orang, tentu membutuhkan persiapan yang sangat terencana,
baik dari segi aspek ekonomis, teknis dan sosial.
Dari segi penyebaran penduduk, tingkat elektrifikasi wilayah
ini hanya berkisar 67% atau jika dihitung dari jumlah desa
berlistrik, hanya tinggal 608 desa yang belum terlistriki
dari sejumlah 2.143 desa se propinsi Lampung. Kondisi tersebut
sangat terkait dengan jarak bentang antar desa yang tidak
ekonomis, sehingga penyalurannya dirasakan tidak efisien dan
berpotensi meningkatkan susut energi listrik.
Potensi sumber energi listrik yang diproduksi sendiri oleh
PLN Wilayah Lampung memang dirasakan masih kecil. Sebagian
daerah masih menggunakan pembangkit tenaga diesel PLTD yang
berumur tua dan penyalurannnya hanya disekitar dengan menggunakan
sistem isolated. Beberapa upaya jangka pendek PLN yang sedang
dilakukan saat ini yakni mendorong swasta tetap aktif membangun
pembangkit listrik. Beberapa pembangkit swasta yang akan dibangun:
PLTU 2x6 MW oleh PT Citar Contarck di Kalianda dan PLTU 2x6
MW oleh PT Seputih Daya Prima di Gunung Sugih.
Sedangkan upaya jangka panjang PLN (On Going Project) yakni
membangun PLTU Tarahan sebesar 2x100 MW yang rencananya selesai
2007. PLN juga tengah membantu PLTA Musi dengan daya 3x70
MW (rencana selesai 2006). Selain itu PLN berencana membangun
PLTP Ulubelu Lampung dengan daya 2x55 MW (rencana selesai
2009) dan PLTGU Borang + 50 MW (rencana selesai 2005).
Hingga saat ini, kondisi kelistrikan di Lampung sudah menggunakan
sistem Interkoneksi Sumatera (SIS). Dengan sistem ini, listrik
yang ada Sumatera bagian Selatan dengan Sumatera Barat dan
Riau tersambung dengan daya sekitar 1.154 MegaWatt (MW) sejak
2 Juli 2004.
PELUANG
DAN KEUNGGULAN [ TOP ]
Peluang
- Tingginya pertumbuhan dan permintaan tenaga listrik yang
mencapai 11,3% sebelum terjadinya krisis moneter merupakan
suatu peluang bisnis yang menjanjikan
- Pemulihan ekonomi yang mulai bergulir saat ini diharapkan
dapat mendongkrak pertumbuhan akan permintaan tenaga listrik
yang sempat terpuruk pada tahun 1998. Hal ini terlihat dari
angka rata-rata permintaan tenaga listrik yang mencapai
10,76 % pertahun dari tahun 2000-2005.
Keunggulan
Memiliki sistem kelistrikan yang andal, dengan dukungan sistem
Jaringan Tenaga Listrik (JTL) yang terdiri dari :
- Sistem JTL yang lengkap yang terdiri dari JTM 8858 Kms,
JTR 12964 Kms, Gardu Distribusi 3640 Unit, dengan total
MVA Gardu 443,844 MVA, Gardu Induk 11 Unit dan daya tersambung
sebesar 713.284 MVA (Status per Desember 2004) serta konfigurasi
jaringan yang sedemikian rupa yang menjamin kendalan pasokan
tenaga listrik ke konsumen.
- Tersebarnya Unit-unit pelayanan yang terdiri dari 3 Cabang
dan 15 Ranting di Wilayah Lampung yang mendekati konsentrasi
pelanggan, sehingga menjamin kecepatan pelayanan kepada
masyarakat pelanggan.
|