Senin, 1 Maret 2010 Siaran Pers - Keterbatasan Daya & Energi Listrik Pada 1 Maret s/d 4 April 2010 di Provinsi Lampung
I. Kondisi Saat ini Sistem Kelistrikan di Propinsi Lampung merupakan bagian dari Sistem Interkoneksi Sumatera (SIS) mulai dari Aceh s/d Lampung. Pada periode bulan Januari – Februari 2010 kondisi Sistem Kelistrikan di Provinsi Lampung dapat dikatakan cukup namun belum berlebih dalam mensuplai kebutuhan beban tertinggi pada Waktu Beban Puncak (WBP) sebesar 425 MW.
II. Gambaran Kondisi Saat Pemeliharaan PLTU Tarahan Unit 3 (1 Maret s/d 4 April 2010) Pada 1 Maret s/d 4 April 2010 akan dilakukan Pemeliharaan Periodik (First Year Inspection) PLTU Tarahan Unit 3 yakni pemeliharaan periodik tahunan pembangkit yang dilaksanakan sesuai dengan jumlah jam operasi selama setahun. Pemeliharaan akan berlangsung selama 35 hari.
Tujuan pemeliharaan ini adalah mengembalikan performance & mengantisipasi kerusakan mesin pembangkit, sehingga life time (usia operasi) dan keandalan operasi mesin pembangkit akan terjaga.
Dalam kondisi pemeliharaan Unit 3 maka otomatis PLTU Tarahan hanya dapat menyuplai dari Unit 4 saja dengan daya mampu netto 88 MW. Jika tidak ada gangguan pada pembangkit besar di sistem interkoneksi Sumatera, maka untuk memperkecil kekurangan daya tersebut akan dilakukan penambahan transfer dari Sumsel sebesar 160 s/d 190 MW.
Penyalaan bergilir selama periode 1 Maret s/d 4 April 2010 akan dilakukan pada malam hari. Sedangkan pada siang hari, jika sistem transfer daya dari SIS khususnya Sumsel. Transmisi dan Pembangkitan di Lampung tidak ada gangguan maka kemungkinan besar tidak akan terjadi penyalaan bergilir.
Pemeliharaan PLTU Tarahan Unit 3 Tarahan akan menyebabkan terjadinya penyalaan bergilir di seluruh provinsi yang terinterkoneksi ke SIS khususnya di Sistem Sumatera Bagian Selatan dan Tengah yaitu Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu dan khususnya Lampung karena daya mampu pembangkit PLN di Sistem Sumatera Bagian Selatan dan Tengah belum berlebih/mempunyai margin cadangan daya yang cukup yang dapat melistriki pelanggan ketika beberapa pembangkitnya harus keluar dari sistem karena pemeliharaan/gangguan.
Jadwal penyalaan bergilir akan diinformasikan di www.plnlampung.co.id, surat kabar Lampung Post dan Lampung Ekspres.
III. Polanya Operasi Dalam Mengurangi Pemadaman Dalam rangka memberi pelayanan yang lebih maksimal kepada pelanggan, maka PLN Wilayah Lampung melakukan hal-hal sebagai berikut : • Mengatur pola operasi PLTA Way Besai dengan penampungan air di siang hari untuk dipakai memaksimalkan pengoperasian PLTA malam hari.
• Menghimbau kepada pelanggan rumah tangga untuk mengurangi pemakaian energi listrik dengan mematikan lampu sebanyak 2 buah masing-masing setara 40 VA pada waktu beban puncak (WBP) pukul 17.00 – 22.00 WIB. Jika seluruh pelangggan rumah tangga di Lampung yang berjumlah 900.000 secara serentak melakukan hal ini maka dapat dipastikan akan menurunkan pemakaian listrik sebesar ± 36 MW (40 VA x 900.000 pelanggan = 36 MW).
• Sementara bagi pelanggan besar dengan daya kontrak diatas 200 kVA, PLN berharap pelanggan dapat memakai genset sendiri pada waktu beban puncak (WBP) pukul 17.00 – 23.00 WIB. Jika pelanggan besar PLN di Lampung sejumlah 175 pelanggan dengan daya kontrak terpasang 165 MVA menurunkan pemakaian listrik sebesar 50% dari daya kontrak yakni 82.5 MVA) maka akan menurunkan pemakaian listrik sebesar ± 14 MW (82.5 MVA x 175 pelanggan = 14 MW).
IV. Rencana Jangka Panjang Rencana jangka panjang dalam mengatasi keterbatasan daya tentu saja dengan penambahan daya melalui pembangunan pembangkit-pembangkit baru yakni : • Pengoperasian PLTU Lampung 2 x 100 MW Tahun 2012/2013 • Pengoperasian PLTP Ulubelu 2 x 55 MW Tahun 2013/2014. • Pembelian excess power dari industri besar di Lampung • Mendorong PEMDA dan swasta untuk membangun pembangkit/independent power producers (IPP) di Lampung.
Demikian Siaran Pers ini dibuat sebagai informasi, atas kondisi yang kurang menyenangkan ini, Managemen beserta seluruh Pegawai PLN Wilayah Lampung memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada para pelanggan.
Sumber : Bagian Komunikasi
|